7.36 murning, membaca sana sini... (isk ada call masuk laks... ermmm yeah yeah bah! no ac BCB isk..... erk sms jerk...kredit? huhu ader....ada orang topup semalam huhuhu kalau harapkan aku malas ler..... lagi pun nak sms kekambing jerk......) ada meeting ada kursus ada apa? sesungguhnya ada rasa resah ada kepenatan dan kepasrahan..
ada rindu yang mahu terjunam
terjulur keluar dari kelopak hati
untuk menangkap bayangmu
yang melimpas pada dedaun kelopak mata
tertarik pada derasnya nafas sendiri
menahan sepakan perasaan
rindu yang menjulur tidak terlalu lama
tapi dapat ku tahan supaya genta hati
tidak menjerit terlalu lama
nanti akan sakit lagi ruang sukma yang sangat dalam
mengerling pada foto yg tergantung di arca cermin hias
mata yang menatap menuntut jawapan
gigi putih yg tersusun menyergap
akulah sigelandangan yang mahu menghentikan
denyut jantung rindu yang mengenang dalam kolah hati
hari ini sudah rabu..... esok kamis lusa jumaat... berapa jam? berada detik dan berasa saat aku masih dapat menghirup udara sandakan ini? dan berapa kali dapat aku mengerling kepada SS kepada dian2 yg terpadam di sudut katil? memungkinkan ada harapan untuk kita larut bersama lagi? atau nilah jalan penyudahnya? adakah akan berbekas kalau ditinggalkan terus atau masih lagi mahu mengumpil pada jasad yang tidak ada harganya.... barangkali kita teruskan saja kehidupan yang telah disuratkan kepada kita ini.... biarlah jalan itu yang memberikan kepada kita harapan dan impian biarpun hanya nyanyian burung burung pagi cuma......
pernahkah engkau mengoncang pokok yang baru saja disirami hujan?
basahkan engkau dibawahnya karena engkau tidak melarikan diri....
ada teduh hati yang menyelinap
aku ingin berbaring diam2 disebelahmu
sambil mendengarkan irama nafasmu yang mengalun lembut
sesekali untuk menangkap jemari tanganmu untuk ku genggam
kemudian ku letakkan didadaku untuk kau rasakan getar hatiku
bertapa sukarnya untuk kita melepaskan rindu nanti
andai jarak itu telah kita bina......
dan aku berada didunia yang sebelah lain
Silently my tears are falling, with no one hearing my pain, all my tears seemed to be in vain, Oh!! how my heart hurts with all this injustice to all of us. What will it take to put out our pain and to make justice right to be done for all of us. To relieve all this pain.
8.24 pagi... hari ini sarapan milo kosong dengan cicah roti perancis yang keras .. itulah rezeki hari ini... hermmm..tadi seawal jam 6 ada sms masuk heran jugak aku sms dari manakah yang terlalu early murning.. barangkali dari orang yang sesat... ermm rupanya dari anak buahku yang bertanya pasal toknya yang nak ke tanah suci... iskk.. tanya aku manalah aku tau.. kalau aku tau pun aku lebih suka buat2 tak tau.. baru sekarang nak sms.... hemm boleh jalanlah.. waktu kecil2 dulu akulah tempat mengadu apa saja masalah sekarang sudah dewasa dan berkeluarga nak sms tanya khabar seminggu sekali atau sebulan sekali pun sukar sekarang baru nak sms tanya pasal toknya yang sekampung dengan dia.....tak taukah dia aku jauh beribu2 batu dari toknya.... yang hanya dapat aku hirup suara saja? bengap.. aku kadang2 bosan dengan institusi keluarga yang rapuh.. aku sudah bosan untuk mendirikan tembuk sedang orang lain hanya meratakan batu..... biarlah enau mereka menjengah langit...biarlah aku cuma dibawah menerima embun menitis... aku sudah bosan dan penat.. aku sudah malas.... biarpun untuk menjawab sms barangkali aku cuma perlukan 20 sen atau 30 sen.. aku mahu menjadi kikir....aku tidak mahu lagi menjadi pemurah kepada orang yang berkira2 dengan aku......yang aku faham sekarang biarlah aku bahgia dengan caraku ini.... aku sudah malas membebankan fikiran memikirkan tentang orang lain lagi..... boleh dikira berapa kali sms dia orang masuk sejak aku berada beribu2 batu jauh dari mereka semua.. padahal dulu2 aku lah yang selalu berhubung untuk mengikat kasihsayang keluarga... keluarga kita memang besar..... tetapi kalau ikatan itu rapuh..... akan berderailah..... aku dah malas memikirkan semua itu...... aku ingin jalanku yang sederhana....... untuk menguruskan waktu ku yang semakin singkat ini......mencari erti itu sendiri ...terasa aku telah mensia2 hari2 ku yang ingin aku rasakan bahgia.....
berdiri dengan diam disini
merenung alam yang cerah dan terang
ada aroma resah melekat dalam hati dan melantung
menjadi bunyi bunyi dengusan sakit
akukah yang telah melepaskan janji
atau engkau tidak lagi mengikat janji
dan kita bakal merelakan langkah kaki meninggalkan
tapak2 di pasir halus tanpa pantai
pasti aku rindu
sangat rindu kepada engkau
biarpun nanti aku bertemankan kenangan cuma
dan kenanganlah yang menghidupkan jiwaku yang sesat
gunung nan indah dan berseri... teringt lagu tinggi2 gunung kinabalu.....karena diri benci pada kebisuan maka sunyi itu aku hempas dan terburai tanpa usus .. adakah kerana memanggil pulang itu adalah suara kesal atau suara merajuk hilang atau suara tanggungjawab tetapi bukan suara rindu yang melingkar ditangkai hati yang paling dalam.....ataukah kembali pulang itu adalah kerana langkah kaki sudah terseret terlalu lama membiarkan tanggungjawab tak bertanda?
tinggi2 gunung kinabalu
tinggi lagi sayang sama kamu
biru2 hujung kinabalu
tengok dari jauh hati saya rindu
kinabalu dekat dikundasang
banyak sayur boleh pilih2
apa guna pergi luar negeri
naik kinabalu hati saya rindu
sumandak2 pun ramai menunggu
menari nari lenggang sumayau
sekali melihat melepak kulitnya
sayang jatuh cinta
sayang2 sayang kinabalu
keamatan pesta bulan lima
sayang2 kita pergi tamu
jalan tamparuli
hati saya rindu
sayang2 kita pergi tamu
jalan tamparuli hati saya rindu........
yeah yang pastinya hati aku akan selalu rindu.... rindu pada segalanya rindu yang akan berbau dengan kesedihan dan pertanyaan.... apakah nanti kita bakal bersama lagi atau masing2 mencari jalan sendiri? atau kasih kita hanya akan kekal sampai disini saja? tidak sekuat dan sekukuh kinabalu? entahlah..... yang pasti kalau kau tanyakan hati aku.... jawabnya hanya engkau saja yang tau.....
aku pingin mati dalam pelukanmu
perlukah aku ulang untuk berkali kali
perpisahan ini bukanlah kerana benci
tapi jalan engkau masih berliku
engkau sedang mengusung isi hidup bermasyarakat
sedang aku ingin meninggalkan kemanusiaan
luka luka yang tidak sembuh
parut lama dan baru masih berguntaian
aku ingin mati luhur
tapi dalam dakapan ikhlasmu
kerana kasih ini abadi
biarpun tiada janji terakad dan termenteri

11.11pagi..... ada banyak cerita dan ada banyak luka yang pernah singgah .. teringat pertama kali bertukar pandang.....Labuan tanggal 22hb november 2004.. dengan gemuruh seluruh perasaan... mengambil engkau di airport labuan... membawa engkau pulang ke rumah sewaktu itu aku sementara menapak di labuan.... kemudian ke sarawak bercuti....dari airport Kuching kita meredah bumi sarawak.... sibu, bintulu, kapit dan Miri.... cepatnya masa beredar... meninggalkan kita dalam rekah hidup yang tidak pernah berhenti berputar... waktu sangat cepat meninggalkan.....ada cinta yg masih utuh dalam jiwa raga ini biarpun makin lama terpasang ianya masih singgap.. masih berdiri dengan tebal berkali2 terluka dan dilukai itu adalah makanan hati yang tetap kita tempuh dengan jiwa matang...
ada khabar dari seberang yang aku terima bahawa ada penunggu yang masih tidak pernah berhenti untuk menunggu kepulangan aku dalam kembara aku yang tidak berarah....tidak bosankah engkau menunggu dan menanti orang yang telah menyia yiakan kenangan dan harapan yang kau kirimkan.... benar kata orang setiap kali kita melepaskan kasih adakah sama dengan kasih yang pernah meraut kembali kepada tangkai hati kita?
ketulusan kasih siapakah? apakah kita akan bakal begini mengisi hari2 tua bersama? entahlah...kalau boleh aku ingin menghabiskan hari2 tuaku denganmu cuma......sungguh aku benar2 ingin menghabiskan hari2 tua denganmu melihat mulutmu rompang tanpa gigi....melihat rambutmu dipenuhi putih2 uban.. dan jemarimu berurat kasar..... aku ingin mendekat mu dengan bongkokmu. ..dengan penyakit lupa2mu.. aku ingin selalu mencium bau tuamu..... barangkali adakah mimpi kita akan sama? .
ada airmata yang gugur
tapi telah kau lapkan
sebelum mataku melirik
ada api yang memercik
tapi sempat kau padamkan
sebelum ku simbahkan air
ada kata yang berbisik
tapi belum sempat ku tangkap
telah kau tutup mulutmu rapat2...
dan yang ku dengar hanyalah desir
dari pipi yang berlaga dan mata yang menatap sayu
melepaskan aku untuk meninggalkan engkau....... ahhh rindu kemanakah nanti akan ku buang?
isk....tiba2 hujan gugur di tengahari begini..... hujan tidak kuat tetapi terasa kuat bunyinya...ada baju diampaian....basahkah? perlukah ku angkat....atau perlukah ku biarkan begitu saja....... hemmm biarlah baju diampaian still lagi basah kerana baru dijemur..... barangkali kerana kemalasan atau kerana merasa terusik dengan pekerjaan yang dibuat......? semalam aku ke mas beli tiket untuk ke kuantan dari KL.. hemm sekarang harga tiket mas pun boleh berubah2.... ada mahal dan ada murah.... jadi nanti dari LCCT aku akan berkejar ke KLIA pula...... hemm..... masihkah ada ruang untuk kita saling menatap dan membisikkan kata kasihsayang.......?
PENYAIR adalah dia yang duduk di sebuah kursi di bawah pohon berbunga. Dedaunan jatuh, ia pandangi. Kelopak jatuh, ia perhatikan. Ranting patah, ia saksikan. Beberapa daun, kelopak dan ranting ia pungut, ia kumpulkan.
"Sajak yang baik bukanlah, rangkaian dari daun, kelopak dan ranting yang saya pungut ini," katanya. Dan ia benar. Sehebat apapun dia merangkaikannya, rangkaian tadi tetaplah benda mati. Dia pernah ada di pohon itu, tapi dia tak lagi hidup bersama pohon itu.
Sajak yang baik dihasilkan ketika dia kumpulkan serasah dedaunan, jatuhan kelopak, dan patahan ranting. Lalu dia menunggu, ia lapukkan menjadi humus. Pada humus yang menuju kematangan, masih bisa dibedakan mana bahan yang berasal dari daun, kelopak, dan mana yang berasal dari ranting.
Pada humus yang sempurna, tak penting lagi bagi kita untuk membeda-bedakan bagian-bagian itu. Yang penting adalah humus bisa ditaburkan kembali ke pohon asal darimana dia berasal atau pohon lain, atau disebarkan untuk menyuburkan rerumputan. Sama saja, humus akan menyuburkan tanaman apa pun.(sejuta puisi hasan aspahani)
dari pohon kecil menjadi pokok besar
dari perasaan yang sekilas tumbuh menjadi ikatan cinta
dari harapan menjadi impian dan keinginan
akhirnya kita terpisah oleh jarak juga
namun harapan itu akan tetap utuh dalam hatiku........
mencintaimu seumur hidupku