menunggu kamu....... aku berdiri di tepi sebuah perahu... ada teman teman yang baru pulang dari laut membawa cerita pahit... ada tumpahan minyak lagi ditengah laut.... pukat mereka tersepit dan terjerat..... hidup mereka lagi terhimpit dan menjerat.. aku berdiri dan merenung ke tengah laut..... mampukah seorang aku menahan badai hidup sebegini.... aku ingin melangkah ke daratan dan mengumpulkan kekuatan.... bertanikah aku?? dimanakah tanah untuk aku bercucuk tanam.. mampukah aku tinggalkan manisnya bau laut yang telah menemaniku sekian lama....??
aku menunggu dan menunggu biar langit itu makin cerah.... biar laut itu bersih sendiri... pasti akulah pelaut tulin... tak akan aku tukar cerita biru dengan cerita merah lagi.... biar mendung itu berarak.... perahu burukku akan ketengah lautan juga... membelah badai dengan pukat burukku juga... yang sudah compang camping disana sini.... aku cuma semulut...... apa apa saja dapat aku hidupkan diri... seekor ikanpun mengenyangkan perutku.. secawan air masinmu boleh mengantikan manisnya madu.... akulah anak laut yang tak kenal erti mundur.... aku akan terus ketengah laut....biar berkolek sekalipun biar tanganku nanti jadi pendayung andai dayung itu telah patah... akulah anak laut..... anak laut yang rindukan bau laut..... yang masin lagi manis....

menunggu kamu
(sumairah)
disebalik tirai malammu
adalah seorang aku yang pemalu
ingin menyapa engkau lagi
tapi aku tertinggal suaraku
masih mencuri curi pandang
pada ayu raut wajahmu
menunggu kamu
disebalik tirai kelambumu
adalah seorang aku
kekasih yang setia
pada janji yang tak bermata
kerana kamu adalah permataku
dalam kota hatiku
yang telah berdiri dinding kasihsayangmu
menunggu kamu
akan aku lakukan itu
biar sampai kapanpun......
menunggu kamu
akulah si Perantau yang akan tetap menunggu kamu
~perantau~
Di sebalik tirai malam ini
Ku rindui derap-derap langkah kakimu
Satu persatu
Datang mengejutkan aku
Dengan senyuman mesra
Pada waktu-waktu begini
Suatu waktu yang dulu-dulu
Mengunjungi aku di jendela maya
Ku ingin dengari irama derap kakimu
Berbisik rindu dan sayang
Kehadiran mu masih ku nanti
Sedangkan salam perpisahan sudah kita tintakan
Pada perjalanan yang semakin kabur
Tidak bergerak selari dengan rasa
Hakikatnya masih saling berpandangan
Ingin kembali memautkan tangan
Berjalan beriringan
Pada kota mimpi yang kita dirikan
Terlerai dalam anganan ku tunggu kamu
tapi bukan malam ini
malam yang telah berlalu itu
ku tunggu kamu
dengan dada robek
dengan duka merenda
bukan kerana engkau
tapi kerana aku
yang sememangnya
bukan siapa siapa lagi
dimata seorang kamu
menunggu kamu
kau pasti tak akan datang lagi
kau tinggalkan aku
pada kamar sepiku
engkau tak akan menoleh padaku lagi
kerana aku bukan ikatan kasih engkau lagi
aku cuma melukut ditepi gantang......
kasih yang cuma terbilang dibatas maya..
namun kukuh dihati kecilku
cuma kamu yang aku sayang dan aku cinta
seutuhnya
biarpun kau tak lagi menungguku
diselekoh kasihsayangmu