
You ask me if I love you
And I choke on my reply
I'd rather hurt you honestly
Than mislead you with a lie
And who am I to judge you
On what you say or do?
I'm only just beginning to see the real you
And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides
Romance and all its strategy
Leaves me battling with my pride
But through the insecurity
Some tenderness survives
I'm just another writer
Still trapped within my truth
A hesitant prize fighter
Still trapped within my youth
And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides
At times I'd like to break you
And drive you to your knees
At times I'd like to break through
And hold you endlessly
At times I understand you
And I know how hard you've tried
I've watched while love commands you
And I've watched love pass you by
At times I think we're drifters
Still searching for a friend
A brother or a sister
But then the passion flares again
And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides
sebenarnya banyak kenangan yang terlakar pada lagu ini.. tertiba sedang aku search ruangan cerpen aku terjumpa lagu ni....lagu ni banyak kenangan rupanya dalam hidupku.. yang membuatkan langkahku panjang...awal2 mula aku disayangi orang yang boleh dipeluk dan dicium..tetapi bukan dari kalangan keluarga.. dengan kata lain orang yang kita cinta... seringkali lagu ni berkumandang di dalam kereta kami.. fist luv will never die.. itu hakikat sebenarnya... tetapi ramai orang lupa bahawa bukan love itu yang never die.. tetapi ingatan... sebab kita terburu oleh kesibukan didalam kehidupan... ada setengah2 orang memandang remeh tentang cinta.. bagi mereka cukuplah mengatakan cinta pada hakikat yang satu.. dan cinta pada hakikat yang dua... tau makna hakikat yang satu... iaitu cinta pada Allah dan yang dua adalah ibu dan bapa....itu memang sudah semestinya... cinta pada kebesaran dan nikmat Allah.. cinta pada kasihsayang ibubapa..... nah disini aku sering tanyakan dalam diriku.. pernahkan aku merasa kasihsayang yang tulus dari bapaku...nah kalau ibu berkemungkinan pernah aku rasakan.. tetapi berbaur dengan kenangan pahit...bertapa sukarnya kita fight akan kasihsayang apabila kita telah dilontar jauh2 dari kasihsayang tersebut...dan aku tidak ingin mengungkapkannya...ianya akan menoreh kembali luka dalam hatiku.....biarlah aku kenang akan kasihsayang yang pernah aku dapat..
semamngnya aku sangat dekat dengannya sangat dekat...biarpun aku amat payah didekati..kami bersekolah dari darjah satu sampai form six bayangkan kami tidak pernah berpisah...bertapa lamanya kami bersama....hampir 12 tahun....atau 13tahun....tetapi realiti itu tetap realiti...kasihsayang yang kadang2 akan teruji oleh onak dan duri...terungkai oleh lipatan takdir dan dia ditakdirkan dengan takdir di miliki oleh orang lain....dan aku cuma memilikinya dalam jangkamasa 12 tahun...atau 13 tahun memupuk kasihnya... dia mengajar aku banyak erti kasihsayang yang aku tak temui dalam keluargaku.. bertapa seorang aku masih ada lagi harganya... masih lagi disayangi orang....bukan cuma batu loncatan untuk ke depan...bukan untuk ditindas perasaannya... dia memberikan aku seluruh kasihsayang yang ada dari dalam dirinya....biarpun seorang aku jarang hendak menghargainya.. kerana aku baran dan keras hati....tetapi aku tau jauh dihatiku aku sangat menyayangi nya... tetapi sampai saat ini perasaan ku terhadapnya telah hilang....entah kenapa..angin apa yang membawa perubahan itu.. cuma yang aku ingat adalah kenangan yang mulai samar2 bahawa aku pernah merasa dicintai seutuhnya oleh seseorang....sebenarnya perasan sebegitu nikmat sekali... kerana jarang orang menyintai seseorang dengan seutuhnya....
kadang2 bila sendirian begini banyak yang kita rasakan dalam hati kita.. kehibaan...semalam ingin aku tangiskan akan hidupku yang terlonta2 entah dimana arah tujuannya... aku tidak jatuh dan tidak juga bangun cuma aku berada dipersimpangan jalan...jalan yang banyak sekali penunjukkan arahnya.. aku jadi buntu....kadang2 dalam kesepian sebegini aku ingin memeluk seseorang...dengan penuh kasihsayang.. dan aku ingin dia juga memeluk dan membelaiku juga dengan penuh kasihsayang..dan cuma aku yang ada didalam hatinya....biarpun cuma kepalsuan....biarlah dia berpura2 seketika....tetapi cuma angan2 kosong....aku tetap sendirian....dalam kamar yang sepi dan sunyi.....yang ada cuma bunyi salakan anjing...sayup2...kemudian suara kenderaan yang sesekali melintasi dijalanraya...suara cengkerik malam....yang nyanyiannya sudah aku hafal.....aku suka memeluk...kerana pelukan menandakan kita dihargai....aku juga suka mencium....kerana ciuman tanya aku sangat menyayanginya.. mungkin orang akan rimas....akan bosan..... yer kah.... tetapi aku rasa kalau kita menyintai seseorang setulusnya kita akan memberikan apa yang dia inginkan dengan keikhlasan bukan dengan keterpaksaan.... adakah aku memaksa untuk dia mencintai aku...? adakah aku memaksa dia untuk menyayangi aku? .. selalu aku tanyakan dalam hatiku...... dan bila saat itu aku buntu....aku teringat lirik lagu mr lonely.... katanya kecintaannya pergi semasa dia sedang tidur.. dan dia kehilangan gadis tersebut...dia tidak berniat untuk menjerit tetapi dia merasakan sangat sepi....so lonely..so lonely.. hemm..
banyak orang berubah kerana perubahan itu perlu.... dan aku juga mesti berub ah untuk apa? untuk diriku sendiri..apa yang mesti aku ubahkan....langkah ku....atau perasaanku kah.... kalau perasaanku biar dicelah2 manapun aku bernafas....aku masih lagi menghidu udara yang sama....udara kesakitan perasaan itu sendiri.... kalau langkah....aku boleh melangkah kemana saja kaki menghayun.... aku boleh lebas bebas....kerana aku boleh terbang.....aku tak bersayap tetapi aku boleh terbang biarpun tanpa sayap....
aku ingin memelukmu sehingga nafas terakhirnya....dalam tangisku aku tetap ingin memelukmu.. dan aku ingin mendakapmu selamanya...tetapi mampukah aku? siapakah aku ? berhakkah aku? seringkali aku menyakiti...seringkali aku tersilap...tetapi kerana terlalu banyak rasa kasihsayang aku membiarkan perasaan aku tertindas....kata orang kalau kita tidak mendapat kasihsayang dalam keluarga kita.. kita akan kehilangan kemanisan didalam hidup.....mungkin betul....aku cuma meraba2 mencari kasihsayang diluar....yang seperti ranting reput....akan jatuh ...akan relai...dan aku menjadi persinggahan sementara..
hidup jagan selalu menyusahkan orang... hidup jangan terlalu bergantung dengan orang.....dan kita jangan keterlaluan dalam menyintai seseorang kerana cinta kita tidak akan ada harganya dimata mereka....kita mesti diam2 saja kalau menyintai dan menyayangi seseorang.. simpan saja didalam.....biarkan saja perasaan itu bergayutan disitu saja...
sudah hampir sebulan aku begini.....terlonta2...tanpa arah dan tujuan....menulis aku cuma tau menulis.. dan aku akan menulis apa saja yang akan ditarikan oleh jemari tanganku biarpun orang tidak suka.. dengan keadaan aku atau apa yang aku tuliskan....adakah aku hanyut? selalu aku tanyakan dalam diriku.... akukah yang hanyut atau perasaan itu sendiri yang menghanyutkan aku....bila kita melihat tirai2 kasih mulai terkopak dan mulut mulai terkunci sendiri....dan bisu mulai merajai dan diam mula melata......kesakitan didalam perasaan itulah yang mula diterokai.....akukah yang melanggar janji atau akukah yang tersilap berjanji atau kita salah ditemukan...atau kita bertemu orang yang salah sebelum kita bertemu dengan orang yang betul2 menyintai dan menyayangi kita dan memiliki kita seutuhnya.. ah!! biarkan saja semua itu bergelelandangan dijalan fikiran.... yang penting aku sangat menyintai dan menyayangimu....dan sangat takut akan kehilanganmu....i wanna to hold u til i die....
kisah anak2 menjual bahai di pasar ...
Dari kelab Maya Sabah (KEMSAS)
Itulah rencam kehidupan yang pada semua sisi dijadikan berpasang-pasangan. Susah-senang, miskin-kaya dan lain sebagainya. Sesungguhnya Allah swt mencipta kehidupan ini tidak sia-sia bagi mereka yang mahu melihat, mahu berfikir dan rajin menelaah.
Pernah pertanyaan terluah ; "Nama adik siapa? Adik tinggal di mana? Bapa-mama kerja apa? Kenapa tak sekolah?" dan aneka tanya tapi jawaban yang diberi satu sahaja; "saya ndak ada surat!" Iya... jawaban anak-anak pasar penjual bahai itu satu sahaja. "SAYA NDAK ADA SURAT !" Cuma satu jawaban tapi kita jadi memahami segalanya tentang mereka.
Tiba-tiba seorang Hamba Allah yang prihatin mencelah; "Kakak tinggal di bandar ini. kalau adik mahu, kakak boleh ajar adik mengaji. Datanglah ke rumah".
Para anak-anak pasar penjual bahai itu berkata; "tapi kami ndak boleh bayar!"
Si kakak cepat menjawab; "tak ada bayaran. Free! Percuma! Kakak sudah cukup senang kalau adik semua rajin mengaji dan bisa khatam dengan segera!"
Anak-anak pasar penjual bahai seakan tidak percaya; "mana ada yang free kak dalam dunia ini?!"
Si kakak cepat menukas; Banyak yang free. Angin, hujan, air laut, sungai, sinar matahari! Itulah Kasih Allah. Allah swt maha pemurah......
Kita tergamam seketika melihat anak-anak pasar penjual bahai dan si kakak yang prihatin itu...
PELAJARAN MEMANG PERLU BAHKAN SANGAT PERLU......tetapi......
alangkah baiknya jika kita mampu berbuat apa saja walau sekelumit seperti yang si kakak itu lakukan....alangkah........tetapi.....
atau barangkali kita hanya mampu mengajukan soalan sambil mengurut dada dan bersyukur; 'nasib baiklah anak-anakku tidak dilahirkan seperti mereka'.
<zlan_abe@yahoo.com> wrote:
pernahkah kau tanyakan..
kenapa masih ada anak2 di pasar?
menjual bahai?
di gerai gerai buah..
ada tangan kecil yang menangkap manja
meminta kamu belikan barang dagangannya pernahkah kau tanyakan..
dipasar ikan anak anak kecil berkeliaran
bahai bang..bahai makcik bahai kakak..
dimanakah sekolah mereka?
sekolah mereka adalah pengalaman hidup
sekecil itu sudah belajar mencari uang
dimanakah sekolah mereka pernahkah kau tanyakan?
aku pernah tanyakan
tapi jawapan yang keperoleh
anak2 itu anak orang luar
tetapi hakikat pelajaran
tetap perlu untuk anak anak
bukan?
pernah kah kau tanyakan kenapa mesti begitu..?
sasjira wrote:
Sekali lagi perlu ditekankan.... sesungguhnya itulah rencam kehidupan yang pada semua sisi kehidupan dijadikan berpasang-pasangan. Susah-senang, miskin-kaya dan lain sebagainya. Sesungguhnya juga Allah swt mencipta kehidupan ini tidak sia-sia bagi mereka yang mahu melihat, mahu berfikir dan rajin menelaah.
Itulah juga perlunya kita menggunakan semua pancaindera untuk teliti memperhati dan tekun mempelajari. Lalu mengintrospeksi diri. Paling tidak, kita jadi punya tekat untuk tidak akan jadi seperti Anak-anak yang dilahirkan oleh Ibu tua di pasar itu yang masih gigih berjualan. Kita tidak akan membebankan orangtua kita. Bahkan setelah dewasa, kitalah yang ganti membalas balik jerih-payah ibu-bapa yang telah membesarkan kita. Paling tidak kita bersyukur, kerana kita tidak menjadikan ibu-bapa kita seperti Ibu tua di pasar itu.
Dan kita pun punya tekat, akan menjadi contoh yang baik kepada anak-anak lain. Kita bukan hanya tahu bertanya kenapa begitu dan kenapa begini, tapi kita juga bijak dan kritis mencari jawapan dan penyelesaian kepada setiap persoalan yang kita ketengahkan
sumpit wrote:
kadang2 dalam seminggu ada dua tiga kali aku ke pasar.. kadang2 bukan
untuk membeli barang2 dapur.. aku cuma suka melihat keadaan dipasar..
kerana disanalah baru aku melihat orang2 kita kerajinan mencari
uang.. disana banyak yang dapat aku tangkap.. melalui indera yang ada
padaku.. ketegalan orang mencari hidup.. dari tua sampai yang
muda..!! kadang2 kalau aku melihat seorang yang sudah sangat tua
masih lagi berniaga lalu aku hampiri buat2 menanya barang
dagangannya.. kemudian aku belukkan soalanku kepada dirinya.. sudah
tua masih kuat meniaga bu.. anak2 tidak marah?".. jawabnya.. anak2 ku
sendiri yang nanti bakal meminta duit denganku.... hemm!! bukan cuma
ndak ada surat .. ada ibubapa yang sudah tua masih bekerja kerana
anak yang diharap bekerja masih menjadi tanggungannya..
disini kalau dipasar aku melihat tidak ada rasa malu mereka meragakan
barang dagangan.. tetapi anak2 muda masih malu untuk mencari
pekerjaan masih mahu memilih kerja sedangkan kerja apa saja asalkan
halal itu sudah bagus untuk zaman yang tak kenal erti tidak ada wang..
~lelaki di jendela itu~
sayu .. pilu
mata redup dan teduh
tanpa derai airmata
ada angin rindu memasuki kamar hatinya
tetapi tagihan kasih jauh entah dimana
cahaya kasih yang dicari
hilang dalam rekuh hidup berliku
"kalau aku punya anak
pasti aku tidak kesunyian sebegini"
bisiknya pelan pelan pada dirinya sendiri
dan bisikan itu juga jauh dibawa angin
melempasi laut china selatan